Kamis, 02 Desember 2010

Esktrak Salak Pondoh Sebagai Bahan Dasar Masker


Lulur dan masker  sangat dibutuhkan bagi kesehatan dan kecantikan wanita. Lulur merupakan bahan yang digunakan untuk membalur kulit tubuh, berfungsi membersihkan sekaligus mengangkat sel-sel kulit mati, mengencangkan dan lain sebagainya tergantung khasiat yang terkandung pada bahan. Lulur biasanya mengandung scrubs atau butiran halus guna membantu mengangkat kulit mati sekaligus berfungsi sebagai peeling. Masker memiliki fungsi sebagaimana lulur, namun biasa digunakan untuk kulit wajah dan dipakai mengering seperti topeng. Berbeda dengan lulur, jika lulur digunakan dengan sistem dibalur dan digosok-gosokkan pada kulit, masker hanya dioleskan dan dibiarkan sampai kering sehingga menyerupai mask (topeng).
Salah satu bahan yang bagus untuk lulur dan masker adalah yang mengandung bahan peningkat kolagen, salah satunya vitamin C. Vitamin C bagus terkandung pada ekstrak salak pondoh. Ekstrak ini pernah diteliti bagus untuk kesehatan kulit dan mengandung vitamin C dosis tinggi.
Salak pondoh merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk salak pondoh yang semakin digemari oleh segenap lapisan masyarakat mendorong petani salak pondoh untuk meningkatkan produksi salak pondoh. Namun dengan semakin meningkatnya hasil panen salak pondoh, menimbulkan masalah juga bagi petani, yaitu antara lain disebabkan oleh usia simpan salak yang tidak tahan lama. Sehingga setiap panen raya banyak petani menjual salak dengan harga relatif rendah supaya salak habis terjual. Untuk itu pengolahan salak pondoh sebagai produk awet yang bermanfaat sangat diperlukan.
Salak pondoh memiliki kandungan senyawa kimia yang berguna bagi kesehatan. Antara lain Vitamin C, flavonoid dan tannin. Pengolahan salak pondoh menjadi bahan dasar lulur dan masker sangatlah diharapkan. Menggunakan komposisi aneka bahan, maka lulur dan masker salak pondoh ini akan dibandingkan dengan bahan lainnya. 
Kandungan gizi salak pondoh yang cukup tinggi, terutama Vitamin C, protein nabati, asam tanat (tannin) dan serat sangat bagus untuk kesehatan kulit. Vitamin C memiliki bermacam khasiat antara lain sebagai sumber pembentukan kolagen, untuk meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan pembentukan protein, memperbaiki sel-sel yanhg rusak. Asam tanat memiliki khasiat sebagai antioksidan potensial.




gambar 1. Salak pondoh hitam








Berdasarkan Penelitian, Ekstrak salak Pondoh baik secara in vitro maupun in vivo berhasil meningkatkan elastisitas kulit dan meningkatkan daya regenerasi sel. (LE)

Kiat Bugar di Tempat Kerja

Oleh : Lioni Ellis Handoyo


KIAT BUGAR DI TEMPAT KERJA

            Bekerja selain menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas hidup dan sebagai lahan aktualisasi diri juga merupakan sarana untuk berhubungan dengan orang banyak atau dengan kata lain berjaringan dan bersosialisasi. Kondisi yang prima baik dari segi fisik maupun mental sangatlah diperlukan. Bisa dibayangkan apabila seorang relasi kerja kita nampak tidak bersemangat atau terkesan sakit-sakitan mungkin kita menjadi “kurang tega” untuk mengganggu waktu sang relasi tersebut bahkan untuk sekedar bersendau gurau apalagi mengajak bekerja bersama. Bagaimana jika kondisi kurang fit tersebut mengena di diri kita? Tentunya tidak sedikit kerugian baik spirit maupun materi yang akan kita tuai.
            Berikut adalah beberapa kiat bagi siapa saja yang aktif di dunia kerja supaya tetap bugar dan prima dalam kondisi seperti apapun, di manapun:

1.   1. Istirahat yang cukup
Sepadat apapun aktivitas anda dan seberat apapun beban kerja, jangan abaikan istirahat. Istirahat laksana jembatan menuju sukses karena dengan istirahat tubuh menjadi seolah baru kembali. Sel-sel yang rusak digantikan oleh sel baru atau mengalami regenerasi. Pada kondisi istirahat, energi terbentuk secara maksimal dan dipersiapkan untuk aktivitas berikutnya.
2.   
2. 2. Jangan lupa sarapan
Bagi yang bekerja secara rutin di kantor sejak pagi, selalu sempatkan untuk makan pagi atau sarapan. Jika tidak sempat makan yang terlalu berat seperti nasi, maka dua iris roti tawar ditambah sebutir telur, dan buah-buahan plus segelas susu dapat menjadi alternatif. Sarapan terutama yang mengandung protein dan karbohidrat sangat penting karena aktivitas siang pada waktu kerja akan membutuhkan kalori yang tinggi sehingga asupan gizi harus penuh. Jika memungkinkan, anda bisa membawa camilan ringan sepeti biskuit yang dapat dimakan pada sekitar pukul 10.00 WIB
 
3.    3. Minum air putih yang cukup
Air merupakan media untuk proses metabolisme. Apabila jumlah air terbatas, maka proses biokimiawi tubuh menjadi terhambat. Asupan air yang diperlukan oleh tubuh adalah minimal 1,5 L per hari atau kurang lebih 8 gelas. Namun bagi yang bekerja aktif secara fisik mungkin dibutuhkan masukan yang lebih banyak supaya keseimbangan air dalam tubuh selalu terjaga. Air juga mampu menghindarkan bahkan mengobati penyakit. Membawa bekal minuman air putih dari rumah mungkin lebih baik apabila anda bekerja di lapangan.
4.     
      4. Membuat perencanaan kerja
Perencanaan kerja bukan hanya penting untuk pola kinerja saja. Namun manajemen aktivitas yang teratur dan terencana akan memperingan kerja otak sehingga mengurangi resiko timbulnya tekanan kerja atau stress. Stres dapat menurunkan kualitas kesehatan dan meningkatkan kerentanan terkena penyakit.
5.     
      5. Bersyukur dan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa
Rasa penerimaan terhadap diri dan juga nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita ditambah dengan kualitas spiritual yang unggul akan memberikan rasa damai. Rasa damai dan tenteram akibat kegiatan spiritual merupakan tingkat relaksasi yang tertinggi. Kepasrahan kepada Yang Maha Hidup membuat pribadi menjadi tenang dan dapat berpikir jernih. Kedamaian, ketenangan, keetenteraman dan pikiran jernih akan memicu hormon dan enzim bekerja secara optimal di mana selanjutnya kesehatan dan kebugaran tubuh akan tercipta. Dan tentu saja penampilan yang apik serta kinerja yang tangguh menjadi hadiahnya. Efek utamanya sudah bisa dipastikan, rejeki mengalir, relasi pun bertambah. 

Selamat bekerja.

Virus AIDS v.s. Virus Perilaku

kesehHIV/AIDS sampai dengan detik ini masih menjadi pusat keprihatinan masyarakat se dunia, terkait dengan belum ditemukannya vaksin yang benar-benar efektif mencegah HIV. Obat yang saat ini tersedia juga masih bersifat kontroversial di dalam proses penyembuhannya. Selain itu harga antiretroviral masih cukup mahal, meskipun di sana sini sudah banyak para pemerhati yang bersedia memberikan bantuan yang bersifat karitatif kepada para penyandang HIV/AIDS. Sementara itu, pengobatan dengan antriretroviral juga bukan tanpa dampak. Saat ini, diperkirakan sejumlah 4,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS (Kompas, November 2007)

Memang sebenarnya penyakit apapun itu adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Namun bagi yang sudah terlanjur terkena, ya mau tak mau harus diobati.

Sudah diketahui khalayak mengenai apa dan bagaimana HIV dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Virus yang menyerang sistem kekebalan manusia yang disebut dengan sel T helper (CD4) ini menular melalui cairan tubuh manusia dalam kondisi tertentu. Artinya jika cairan tersebut tidak memenuhi standar volume tertentu maka kemungkinan untuk bisa menjadi media penularan relatif kecil. Oleh karena itu cairan darah dan cairan seksual merupakan media yang bagus bagi penularan HIV ini. Sementara penularan melalui keringat sejauh ini belum ditemukan kasusnya.

Media penularan HIV yaitu darah dan cairan seksual sangat rentan dipengaruhi oleh perilaku. Beberapa di antaranya adalah perilaku seksual yang kurang sehat, perilaku medis yang kurang sehat seperti menggunakan jarum suntik yang tidak steril pada proses tindakan medik. Life style seperti "piercing" atau tindik dan penorehan tatto menggunakan jarum yang tidak steril juga meningkatkan resiko penularan HIV/AIDS.

Dan fakta terbesar terjadinya penularan HIV/AIDS adalah pada penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian. Berdasarkan informasi terakhir dari BKKBN, dinyatakan bahwa 83 % dari jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan adalah disebabkan oleh pemakaian jarum suntik narkoba, meskipun bukan berarti penyebab yang lain bisa diabaikan. Karena jumlah tersebut hanyalah fakta yang dilaporkan. Perlu diketahui, bahwa kasus HIV/AIDS ini adalah laksana fenomena gunung es, di mana kasus yang mencuat di permukaan hanyalah sebagian dari total kasus yang ada.

Sebenarnya HIV/AIDS jika kita pikirkan lebih jauh hanyalah laksana tumbal bagi perilaku-perilaku yang tidak sehat. Sebenarnya mungkin HIV/AIDS tadi tidak akan meresahkan masyarakat andaikata tidak ada penyebab-penyebab yang menjadikan HIV/AIDS ini wabah dunia. Bahkan dari sekian persen pengidap, bisa saja mereka adalah orang yang tidak melakukan kegiatan beresiko tinggi. Bayi yang tak berdosa yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV, wanita/pria monoseksual dengan satu pasangan tetap yang menikah dengan pasangan yang beresiko tinggi terkena HIV/AIDS, korban tindakan medis yang tidak sesuai standar, dapat tertular HIV/AIDS dan mereka inilah yang merupakan korban sesungguhnya.

Berkait dengan perilaku, akankah hanya HIV yang akan menjadi momok bagi dunia? ataukah mungkin ada penyakit-penyakit lain yang bisa saja lebih berbahaya dari HIV/AIDS?

Dengan perilaku dan pola hidup yang relatif benar dan dapat dipertanggungjawabkan saja kita bisa saja terkena anek penyakit, apalagi jika berperilaku yang beresiko tinggi terkena penyakit baik itu penyakit menular maupun tidak.

Jadi sebenarnya, manakah yang lebih mengerikan? jenis penyakitnya (HIV, PMS, dll) ataukah perilaku-perilaku yang mengundang timbulnya penyakit tersebut? Pembacalah yang akan bisa menjawab, menganalisis dan menyimpulkannya

Diterbitkan ulang Oleh: Lioni Ellis Handoyo (diambil dari www.menapakhidupsehat.blogspot.com)
Dalam Rangka menyambut Hari AIDS sedunia 1 Desember 2010

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
Download Informasi Video Gratis

Berita Video