Kamis, 02 Desember 2010

Pusaran Waktu




Bagai mimpi Baskoro melihat urai rambut gadis itu menerpa keningnya. Gadis itu menengok. Dengan senyum simpulnya yang sedikit angkuh, gadis itu seolah mengajak Baskoro berjalan bersamanya. Vinka, nama gadis itu, terucap di awal perjumpaan minggu lalu dengan Baskoro. Namun entah kenapa Baskoro selalu saja tak sanggup untuk berkata apa-apa kepada Vinka.
Hari ini Nampak berbeda dari hari-hari biasanya. Mendung menggelayut sejak pagi dan tak pernah kunjung cerah. Sang mentari Nampak malas untuk memunculkan senyum ramahnya yang diiring pancaran hangat. Baskoro kembali masuk ke dalam Rumah Sakit tempatnya bekerja. Menghela nafas panjang sejenak, lalu Baskoro memasuki ruang prakteknya.
Agak sepi pula suasana rumah sakit. Tapi itulah sebenarnya yang diharap, karena bagaimanapun tugas para dokter hanyalah membantu para pasien untuk sembuh, bukan mengharap uang mengalir dari pasien yang periksa. Tiba-tiba Baskoro mendengar suara lantun lirih yang merdu. Ternyata rekan sekantornya sedng bersenandung.
“Jangan menyanyi ah, di rumah sakit. Ini tempat kerja, Mbak. Tapi diam-diam suara kamu lumayan juga. Besok main di sunatan sodaraku ya, “ seloroh Baskoro. Temennya mencibir manja.
Sebenarnya Deasy, nama temen sekantor Baskoro sudah sejak lama menaruh hati kepada Baskoro. Wanita mana yang tidak terpikat kepada dokter berpenampilan rapi sederhana dengan wajah tampan yang agak oriental. Penampilan yang sedikit konservatif justru menarik perhatian para wanita. Bahkan Rena, seorang ibu muda beranak 3 yang sudah memiliki suami pun sempat terpesona dan terpikat kepada Baskoro. Namun tak satupun dari semua wanita yang pernah dikenal Baskoro membuat hati Baskoro tergugah.
Saat ini usia Baskoro sudah hampir memasuki kepala empat. Ibunda Baskoro yang hanya memiliki satu putra, yaitu Baskoro sudah sangat ingin menimang cucu. Apalagi ayah Baskoro yang sudah sering sakit-sakitan. Maklum usia sudah mulai menyusut.
Namun kala itu, di pagi yang masih terbilang buta, ketika Baskoro pulang dari lembur karena ada tugas bedah pasien yang mengalami kecelakaan, Baskoro bertemu dengan Vinka. Vinka Nampak pucat berjalan di pagi gelap itu. Saat Baskoro menghentikan mobilnya, gadis itu pun terhenti dari langkahnya.
“Boleh saya bantu, dik?” sapa Baskoro kala itu. Gadis itu hanya mengangguk. Rupanya gadis itu berasal dari luar kota dan tidak tahu arah mana yang dituju. Ternyata gadis itu sedang mencari rumah saudaranya, dan ketika menunjukkan alamat rumah, Baskoro mengenal persis lokasi mana yang dituju.
“Boleh tahu siapa namamu, Dik? Siapa tahu kita berjumpa lagi. Saya Baskoro,” ucap Baskoro ketika gadis itu telah sampai tujuan dan hendak turun dari mobil.
“Vinka. Terima kasih tumpangannya.” Ucap gadis itu pendek, lalu turun dari mobil.
Nampak gurat keangkuhan ada pada gadis itu. Tetapi entah mengapa justru keangkuhan berpadu keanggunan yang melekat dalam diri gadis itu membuat dada Baskoro berdesir dan ingin kembali bertemu dengan gadis itu. Rasanya terlalu singkat membawa gadis itu pagi ini. Namun kantuk Baskoro mulai tak tertahankan. Buru-buru dia memacu mobilnya menju rumahnya yang tak jauh dari lokasi di tempat Vinka turun.
Hari-hari berikutnya, perasaan aneh mulai menjalar, merayap, menggerogot hati Baskoro. Nampaknya dia mulai gelisah untuk selalu bias menatap wajah gadis yang baginya unik itu. Sesekali dia sengaja melewati rumah yang selalu tertutup rapat itu. Pada suatu hari, tanpa sengaja Baskoro bertemu kembali dengan Vinka di sebuah restoran kecil dekat bilangan di mana Baskoro tinggal. Kesempatan itu tak dia sia-siakan. Baskoro menawarkan untuk bersama dengan Vinka menikmati makan siang di restoran sederhana itu. Namun, Vinka mengatakan buru-buru dan akan membungkus makanannya saja.
“Gadis yang unik, misterius namun makin membuatku tergoda untuk mendekatinya,” gumam Baskoro.
Pertemuan ketiga adalah yang paling mengejutkan. Vinka datang ke rumah sakit. Dia mengalami gangguan pada pencernaan. Setiap makan, lambung seperti ditusuk-tusuk. Diiringi rasa mual yang teramat sangat. Saat periksa ke rumah sakit, Vinka kembali bertemu dengan Baskoro. Pada awalnya Vinka kaget.
“Kok di sini?” sapa Baskoro memecah keheningan.
“Ya, saya sakit,” jawab Vinka pendek.
“Sakit apa?”
“Hanya gangguan pencernaan ringan, tak terlalu berarti, namun saya tak terbiasa alami keluhan pada tubuh saya.” Kali ini jawaban Vinka agak panjang. Membuat Baskoro mulai berani menambah kata kepada Vinka. Bahkan Baskoro sempat menemani Vinka menebus obat. Dan Vinka pun memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi kepada Baskoro.
Setelah hari itu, hari-hari Baskoro mulai dipenuhi dengan bunga-bunga asmara. Satu hal yang tak pernah dia rasakan selama ini. Pernah sekali Baskoro jatuh cinta kepada seorang wanita, namun saying wanita itu meninggal karena kanker otak. Hal tersebut yang mendorong Baskoro untuk menekuni dunia medis dan cita-cita itu pun terkabul. Pada saat Baskoro mengingat-ingat wajah Merlin, wanita pujaan yang telah tiada itu, Baskoro terkesiap. Wajah Merlin mirip sekali dengan Vinka. Nuansa keangkuhan, keanggunan dan kelembutan berpadu dalam diri Vinka. Hanya berbeda, Merlin terkesan lebih lincah dibandingkan Vinka. Vinka namapk sering kurang bergairah.
Namun sampai detik ini Baskoro tak berani bertanya lebih lanjut mengenai kehidupan Vinka. Yang dia tahu, usia Vinka tak terpaut jauh dengan Baskoro, mungkin gadis itu sudah berusia sekitar 38 tahun-an. Namun entah kenapa masih melajang Baskoro juga tak pernah menanyakannya.
Kala hari itu Baskoro sedang cuti dan mengajak Vinka jalan jalan. Satu hal yang membuat Baskoro terkesiap adalah. Tahi lalat di dalam mata. Hal yang nyaris seperti mimpi. Tahi lalat itu pun juga dimiliki Merlin. “Duh apakah reinkarnasi itu ada. Lalu apakah wanita ini titisan Merlin, atau..” sejuta pikiran tak masuk akal berkecamuk di kepala Baskoro. Karena jujur baru kali ini Baskoro benar-benar berani menatap lekat wajah Vinka. Selama ini dia tak berani, jangankan menatap lekat. Menatap agak lama saja Baskoro tak berani. Aura gadis itu terlalu tajam bagi baskoro untuk ditatap terlalu lama.
Ketika Vinka mengisahkan seluk beluk dirinya, Baskoro nyaris pingsan. Gadis itu mengatakan bahwa dia pernah puya sahabat seorang pria yang wajahnya mirip Baskoro, yang entah kemudian menghilang kemana. Seorang pria yang sungguh menyita perhatiaan Vinka yang begitu lugu. Namun Vinka tak berani menyatakan. Ketika makin ditelusur, ternyata Vinka pernah satu kota dengan Baskoro.
“Apakah ini Merlin, hantu Merlin, titisan Merlin, kembaran Merlin..atau…oh” Baskoro terus berpacu dengan pikiran-pikiran tak masuk akal itu.
Dan rahasia terungkap ketika Vinka menyampaikan bahwa dia memiliki saudara kembar bernama Merlin, yang mengidap kanker otak dan kemudian meninggal. Sejak saat itu Vinka ingin menjadi dokter namun cita-citanya tak kesampaian karena Vinka berasal dari keluarga yang kurang berada. Vinka tak pernah menikah karena tak jua mampu temukan cinta sebagaimana yang pernah dia rasa kepada pria yang tak dia tahu namanya, namun pernah bertemu dengannya di sebuah rumah makan. Namun Vinka agak lupa wajah pria itu. Akan tetapi suasana pertemuan itu menggambarkan pertemuan Baskoro dengan gadis bernama Merlin.
Dari semua penuturan Vinka, nampaknya, informasi yang sempat Baskoro ketahui mengenai seseorang bernama Merlin adalah keliru. Memang Merlin wajahnya sangat mirip Vinka, dan pada saat Baskoro menayakan kepada teman-temannya, teman Baskoro menunjuk nama Merlin, dan tak pernah menyampaikan bahwa Merlin memiliki saudara kembar bernama Vinka. Vinka jarang keluar rumah, dan pada waktu Merlin meninggal, Vinka sedang di luar kota. Baskoro memang tak pernah menelusur lebih jauh mengenai sosok Merlin.
Bak menemukan bunga baru, Baskoro memeluk Vinka yang agak kaget dan hendak menepis, namun ketika Baskoro mengucapkan, bahwa pria yang dia maksud mungkin dirinya dan kembali menceritakan kejadian belasan tahun silam, Vinka pun tersedu. Mungkinkah ini jodohnya? Alam yang akan menata.


Lioni Ellis Handoyo

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Berita Terpopuler

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
Download Informasi Video Gratis

Berita Video